Kami menyediakan berbagai macam berikut :
- Seragam Sekolah seperti; Sekolah SD(Merah Putih, Batik, Muslim, Olahraga, dan Pramuka), Sekolah SMP/MTs(Putih Biru, Batik, Muslim, Olahraga dan Pramuka), SMA/MA(Putih Abu-abu, Batik, Muslim, Olahraga, dan Pramuka). Seragam Ekstrakurikuler; PDH Paskibra, PMR, Pramuka, Seni, Pecinta Alam, Bola, dll.
- Seragam Kantor seperti; Batik, Kaos, dll.
- Seragam Profes seperti; PDH Polisi, Perawat, Bidan, Dokter, PNS, dll.
- Seragam Hajatan; Batik, Kaos, Brokat, Kebaya, dll.
- Berbagai Macam Jas; Jas Sekolah, Kampus, Snelly, Kantor, Pesantren, dll.
- Seragam Batik, Brokat(Kombinasi)
- Kaos Request seperti; Foto sendiri, dll.
Dari berbagai sekolah yang sudah pesan di daerah Kab. Indramayu, Subang, Cirebon, hingga Jawa Tengah.
Berbagai Seragam Olahraga Sekolah,
Seragam Ekstrakurikuler BEM,
Seragam Profesi,
Jas Almamater,
Kaos Hajatan,
Batik, Kebaya, Brokat(Kombinasi)
Kaos Partai,
Bantal Leher dan Selendang untuk Haji dan Umroh, Zeinta Tour&Travel.
Berbagai Batik Couple, dll.
Kaos Icon Indramayu dan Kaos Cetak Foto,
Bagi yang berminat bisa hubungi via;
- No Hp/WA : 085134398052
- Instagram : https://www.instagram.com/nurdinckcollection/ atau https://www.instagram.com/syifafanurdin/
- FB : https://web.facebook.com/Syif44
Salam,
Syifa Fauziyah Nurdin









































Upacara ini merupakan sebuah cerminan dari sebuah hubungan manusia dengan sang pencipta dengan berupa ungkapan rasa sukur akan hasil tangkapan ikan dan mengharapkan akan meningkatnya hasil di masa mendatang serta dijauhkan dari bencana dan mara bahaya dalam mencari nafkah di laut. Umumnya upacara adat nadran ini diselenggarakan antara bulan Oktober sampai Desember di Pantai Eretan, Dadap, Karangsong, Limbangan, Glayem, Bugel dan Ujung Gebang.
Upacara ini sudah ada sejak abad 16 dan sampai sekarang masih di selenggarakan, terutama oleh masyarakat desa di Kecamatan Lelea setiap menjelang penggarapan sawah. Upacara ini dilaksanakan agar mendapatkan hasil pertanian yang melimpah dan upacara adat ini dilaksanakan setiap hari rabu, minggu keempat bulan November dimana pesertanya adalah para muda- mudi dengan kostum y ang khas dan aksesoris yang gemerlap.
Yaitu upacara yang dilaksanakan dengan tujuan untuk mengusir penyakit, dengan cara membawa air tambak ke dalam bungbung bambu yang berasal dari kasepuhan atau sumber untuk disiramkasan ke air yang mengalir ke sawah pada sawah yang berada di batas desa.
Adalah upacara yang dilaksanakan oileh petani pada saat akan turun menggarap sawahnya. biasanya dilakukan pada awal musim hujanyaitusekitar bulan oktober sampai desember. Prosesi upacara ini biasanya dimulai dari berkumpulnya masyarakat disuatu tempat dilkukan doa bersama dan setalah itu dilaksanakan upacara adat.

Selain wayang kulit, Indramayu memiliki wayang golek cepak, yang merupakan bagian dari wayang purwa. Yang membedakan wayang ini dengan lainnya adalah lakon dan alur cerita, bentuk dan rupa tokohnya tidak di ambil dari pakem pawayangan.
Kesenian ini salah satu kesenian rakyat yang masih hidup dan berkembang, terutama di masyarakat pesisir utara, selain nuansa magic dan kurungan ayam yang menjadi daya tarik kesenian sintren ini adalah musik yang sangat khas berupa buyung, kendi dan bumbung/batang bambu.
Ada pendapat bahwa kata berokan berasal dari kata "barokahan" (keselamatan). Namun nampaknya keterangan tersebut hanya sebuah kirata (bahasa Sunda, yang artinya dikira-kira namun tampak nyata), sebuah gejala yang umum terjadi di dalam penamaan jenis seni rakyat.Menurut tuturan riwayat yang diwariskan secara turun-temurun di kalangan senimannya, bengberokan adalah warisan Pangeran Korowelang atau Pangeran Mina, seorang penguasa laut Jawa di wilayah Cirebon dan Indramayu. Namun terdapat pula tuturan yang juga diwariskan di kalangan seniman berokan, bahwa berokan merupakan kreasi Mbah Kuwu Pangeran Cakrabuana, ketika menyebarkan syiar Islam ke wilayah Galuh, sebagaimana yang dilakukan oleh para wali, menggunakan pertunjukan sebagai media syiar agama, ditujukan agar dapat mudah diterima lingkungan budaya pada saat itu.Seniman Berokan yang masih bertahan sampai saat ini adalah Group mang Darwan Cs yang berada di Blok Pilangsari Desa Jatibarang baru Kecamatan Jatibarang Indramayu.Dari hasil lukisan itu ada bentuk kapala ikan tanpa badan. Maka untuk menyempurnakanya dibuatlah barong kapala ikan, dengan dilengkapi samping dari kulit kambing dan badannya terbuat dari karung goni. Wujud baru ini diberi nama” Rongrong Barong” yang artinya rorong itu tempat ikan tinggal (ada). Akhirnya Rongrong Barong itu,difungsikan untuk pertunjukan. Pada perkembangannya Rongrong Barong itu berubah nama menjadi Berok atau Berokan.Setelah beberapa lama berpikir , ahirnya Prabu Parikesit menemukan strategi untuk mengatasi hal ini. Maka dipanggilah seorang putranya dan diprintahkannya untuk membuat sebuah lukisan hutan beserta isinya, yag dipasang di perbatasan Kerajaan Amarta. Strategi ini ternyata berhasil mengelabui musuh. Maka kembali Prabu Parikesit menyuruh seorang putranya untuk membuat lukisan laut beserta isinya.Pada saat Prabu Parikesit menjadi Raja Amarta, keadaan Negara di ambang kehancuran gangguan keamanan dan wabah penyakit terus berdatangan. Prabu Parikesit merasa kebingungan untuk mengatasinya.diketahui seni berokan lahir pada masa Prabu Pari Kesit menjadi Raja Amarta.